"LAPORAN PRAKTIKUM AYAM PEJANTAN"
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ayam pejantan merupakan sejenis dengan ayam petelur tetapi ayam pejantan ini
merupakan ayam afkir/ limbah sortilan dari hasil produksi jenis ayam petelur dari
sebelum tahun 1980 an. Ayam pejantan ini awalnya dari telur ayam yang berumur 1
hari. DOC atau anak ayam baru menetas ini disortir dan dipisahkan menjadi ayam
petelur dan ayam bukan petelur (ayam pejantan) yan bukan merupakan ayam petelur
atau biasa disebut dengan ayam pejantan ini kemudian di afkir lalu di musnahkan
begitu saja, karena pada jaman ayam pejantan ini tidak di budidayakan seperti padam
sekarang.
Pada jama sekarang ayam pejantan dicoba untuk dibudidayakan atau dibesarkan
untuk dijual dagingnya. Walaupun ayam pejantan ini memilikipostur badan yang relatif
kurus tetapi memiliki tektur daging yang lebih padat berisi, lebih legit dan rendah
lemak pada tahun 1980 an hingga menjelang tahun 1990 an ayam afkiran dari ayam
petelur ini mulai populer dikalangan masyarakat karena selain penganti ayam
kampung, ayam juga mudah di budidayakannya dengan jangkawaktu yang relatif
sinkat dibanding denganjangka waktu antara 7-8 minggu dengan bobot badan 0,6-0,7
kg. Jadi disinilah awal mulanya ayam pejantan ini menjadi sangat terkenal dan banyak
juga masyarakat yang suka dengan daging ayam pejantan.
1.2 Rumusan masalah
a. Bagaiman sistem pemeliharaan ayam pejantan b. Bagaimana sistem perkandangan c. Pakan apa saja yang diberikan pada ayam pejantan d. Penyakit yang sering menyerang pada ayam pejantan dan cara penangananya.
1.2 Tujuan praktium
Adapun tujuan dilakukanya praktikum ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara beternak ayam pejantan, baik dari sistem pemeliharaan, kandang, konsumsi ransum dan pengendalian dan pencegahan penyakit.
1.3 Manfaat praktikum
Hasil praktikum ini diharapkan dapat memberi manfaat sebagai bahan informasi kepada mahasiswa tentang bangaimana cara beternak ayam pejantan yang baik dan benar sehingga mendapatkan hasil yang baik. Jika ingin memulai usaha ayam pejantan.
1.2 Rumusan masalah
a. Bagaiman sistem pemeliharaan ayam pejantan b. Bagaimana sistem perkandangan c. Pakan apa saja yang diberikan pada ayam pejantan d. Penyakit yang sering menyerang pada ayam pejantan dan cara penangananya.
1.2 Tujuan praktium
Adapun tujuan dilakukanya praktikum ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara beternak ayam pejantan, baik dari sistem pemeliharaan, kandang, konsumsi ransum dan pengendalian dan pencegahan penyakit.
1.3 Manfaat praktikum
Hasil praktikum ini diharapkan dapat memberi manfaat sebagai bahan informasi kepada mahasiswa tentang bangaimana cara beternak ayam pejantan yang baik dan benar sehingga mendapatkan hasil yang baik. Jika ingin memulai usaha ayam pejantan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Ayam pejantan
Ayam pejantan dapat dijadikan sebagai ayam pedaging, hal ini dikarenakan
produktivitas yang tinggi. Pengelolaan ayam pejantan pedaging membutuhkan perhatian
khusus mulai dari pakan yang diberikan, beserta pengendalian penyakit. Untuk
mendapatkan produksi daging yang maksimal pakan harus sangat diperhatikan. Pemberian
pakan untuk ayam pejantan membutuhkan protein yang lebih banyak dibandingkan dengan
ayam pejantan karena protein dibutuhkan dalam pembentukan daging, oleh karena itu jenis
pakan yang diberikan harus dapat memenuhi jumlah protein yang dibutuhkan untuk
pembentukan daging. Salah satu jenis pakan yang diberikan ialah jagung karena jagung
mengandung protein sebesar 8,5%. Jagung juga mengandung lemak sebesar 3,5% yang
terdapat pda lembaga bijinya. Lemak pada jagung ini terdapat juga sebagai penggemuk
ternak khususnya ayam. Jagung juga mengandung serat kasar yang rendah sehingga cocok
untuk pakan, dan mengandung pati yang tinggi, jagung juga mempunyai daya kecernaan
yang tinggi sehingga mempercepat pemenuhan energy untuk ayam.
Untuk ayam pejantan, pakan yang diberikan berupa BR 1 dengan kadar protein 20-
22%. Kadar protein yang tinggi sangat dibutuhkan oleh DOC dalam rangka pemenuhan kebutuhan dan juga peningkatan kesehatan ternak.
BAB III
HASIL PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum dilaksanakan pada:
Kunjungan pertama :
Hari/tanggal : Kamis, 26 September 2018
Pukul : 10:00-11:00 WITA
Tempat : Dusun Gontoran Daya, Desa Gontoran kec.Lingsar Kab. Lombok
Barat.
Kunjungan kedua :
Hari/tanggal : Minggu, 29 September 2018
Pukul : 09:00-11:00
Tempat : Dusun Gontoran Daya, Desa Gontoran kec.Lingsar Kab. Lombok
Barat.
3.2 Identitas Peternak
1. Nama : Bapak. Muhaimin
2. Alamat : Dusun Gontoran Daya, Desa Gontoran kec.Lingsar Kab. Lombok Barat
3. Umur : 35 Tahun
4.Pendidikan : SMA
5. Pengalaman beternak : 5 tahun, awalnya bapak irfan memelihara ayam arab kemudian pindah ke ayam pejantan 6. jumlah ayam pejantan : yang dipelihara oleh pak irfan sebanyak 1000 ekor.
1. Nama : Bapak. Muhaimin
2. Alamat : Dusun Gontoran Daya, Desa Gontoran kec.Lingsar Kab. Lombok Barat
3. Umur : 35 Tahun
4.Pendidikan : SMA
5. Pengalaman beternak : 5 tahun, awalnya bapak irfan memelihara ayam arab kemudian pindah ke ayam pejantan 6. jumlah ayam pejantan : yang dipelihara oleh pak irfan sebanyak 1000 ekor.
3.3 Sistem Pemeliharaan
Sistem pemeliharaan ayam pejantan menggunakan sistem pemeliharan intensif.
Sistem pemeliharaan ayam pejantan menggunakan sistem pemeliharan intensif.
3.4 Sistem Perkandangan
Dalam beternak ayam pejantan hal utama yang harus diperhatikan adalah kandang.
Karena kandang merupakan tempat tinggal bagi unggas agar terlindung dari cuaca atau
perubahan iklim dan gangguan lainya. Kandang juga harus dibuat sesuai dengan kondisi
biologis ayam factor teknis dan factor ekonomis. Dalam pembangunan kandang ada
beberapa aspek yang perlu diperhatikan, yaitu :
a) konstruksi atap Konstruksi Atap kandang Dilihat dari bentuk kandang ayam pejantan yang digunakan adalah atap model bentuk semimonitor berbahan seng.
a) konstruksi atap Konstruksi Atap kandang Dilihat dari bentuk kandang ayam pejantan yang digunakan adalah atap model bentuk semimonitor berbahan seng.
Gambar
1.2 Atap kandang
b) Lantai Kandang Lantai kandang dari triplek yang di Alaskan dengan sekam
Lokasi Kandang Lokasi kandang untuk ayam pejantan sudah memperhatikan aspek kecuali lokasi kandang masih dekat dari pemukiman penduduk, seperti: - Terpapar sinar matahari - Lokasi kandang lebih tinggi dari tanah sekitar - Sumber air bersih dan listrik tidak terhambat.
g) Kontruksi dinding Kontruksi dinding yang digunakan merupakan tipe dinding terbuka semua sisi (Opened House). Dengan bahan utama dinding yaitu dari kawat dan bertirai dari terpal.
h) Struktur dan kondisi tanah Tanah padat dan datar i) Peralatan kandang Kandang ayam pejantan dilengkapi dengan peralatan seperti: Tempat pakan Tempat minum Alat penerangan (Lampu) Peralatan Sanitasi (sekop,cangkul,ember,spray) pemanas kandang Menggunakan lampu sebagai pemanas sebanyak 3 buah perkandang
b) Lantai Kandang Lantai kandang dari triplek yang di Alaskan dengan sekam
Lokasi Kandang Lokasi kandang untuk ayam pejantan sudah memperhatikan aspek kecuali lokasi kandang masih dekat dari pemukiman penduduk, seperti: - Terpapar sinar matahari - Lokasi kandang lebih tinggi dari tanah sekitar - Sumber air bersih dan listrik tidak terhambat.
g) Kontruksi dinding Kontruksi dinding yang digunakan merupakan tipe dinding terbuka semua sisi (Opened House). Dengan bahan utama dinding yaitu dari kawat dan bertirai dari terpal.
h) Struktur dan kondisi tanah Tanah padat dan datar i) Peralatan kandang Kandang ayam pejantan dilengkapi dengan peralatan seperti: Tempat pakan Tempat minum Alat penerangan (Lampu) Peralatan Sanitasi (sekop,cangkul,ember,spray) pemanas kandang Menggunakan lampu sebagai pemanas sebanyak 3 buah perkandang
3.5 Pakan
Pakan merupakan Campuran berbagai macam bahan organik yang diberikan
kepada ternak untuk memenuhi kebutuhan zat-zat makanan yang diperlukan bagi
pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi ternak.
a) Bahan pakan
Bahan-bahan pakan yang digunakan dalam ayam pejantan adalah:
menggunankan pakan BR1
b) Kebutuhan dan pemberian pakan Kebutuhan pakan untuk ayam pejantan yang masih DOC yaitu pada umur 1-7 hari diberikan BR1 starter 7 gr/ hari/ekor. Semakin meningkat umur ayam maka semakin meningkat pula jumlah pakan yang dibutuhkan.
b) Kebutuhan dan pemberian pakan Kebutuhan pakan untuk ayam pejantan yang masih DOC yaitu pada umur 1-7 hari diberikan BR1 starter 7 gr/ hari/ekor. Semakin meningkat umur ayam maka semakin meningkat pula jumlah pakan yang dibutuhkan.
3.6 Pengendalian Penyakit
Dalam memelihara ternak unggas seperti ayam pejantan ada berbagai macam
penyakit yang dapat terjadi pada ayam pejantan baik penyakit yang disebabkan oleh virus,
bakteri maupun parasit. Penyakit juga dipengaruhi oleh iklim dan cuaca , kebersihan
kandang, dan juga kesalahan dalam penyusunan ransum. penyakit yang pernah terjadi padaayam pejantan termasuk pencegahan dan pengendalianya adalah sebagai berikut.
a. Snot
Dilihat dari gejala penyakit yang dijelaskan oleh peternak ayam pejantan, untuk
penyakit snot gejala yang umum sering terlihat adalah keluarnya cairan
dari hidung dan bersin bersin Untuk pengobatan penyakit tersebut peternak mengobati deng
an tremizinl dan dosipet. Dan untuk pencegahan biasanya ayam yang menjukkan gejala
penyakit dipisahkan kekandang isolasi , menjaga sanitasi kandang.
3.6.1 Vaksin dan obat-obatan
A. Vaksinasi
Untuk mencegah timbulnya penyakit pada ayam perlunya memberikan
vaksin. Dengan pemberian vaksin daya tahan tubuh ayam akan meningkat. Dengan daya
tahan tubuh yang kuat maka penyakit akan sulit untuk menyerang ternak unggas seperti
ayam pejantan. Peternak selama masa pemeliharaan sampai panen dengan waktu 36 hari
melakukan tiga kali vaksinasi yaitu vaksin ND tetes, gumboro dan vaksin ND dicampur
dengan air minum. pada umur 0-10 hari dilakukan vaksin ND tetes, dan pada umur 12-21
hari pemberian vaksin Gumboro dan ND pada umur 22 hari melalui air minum. Sebelum
pemberian ternak dipuasakan terlebih dahulu selama 2-3 jam.
A. Obat-obatan Obat-obatan sangat penting bagi peternak baik untuk mengobati, mencegah atau membersihkan alat dan lain sebagainya. Adapun obat-obatan, vitamin dan desinfektan yang sering dipakai oleh peternak ayam Pejantan adalah sebagai berikut:
Trimizin Dosipet B. Vitamin Vitamin yang sering dipakai oleh peternak ayam arab adalah sebagai berikut: Vita Chicks Vita Stress
A. Obat-obatan Obat-obatan sangat penting bagi peternak baik untuk mengobati, mencegah atau membersihkan alat dan lain sebagainya. Adapun obat-obatan, vitamin dan desinfektan yang sering dipakai oleh peternak ayam Pejantan adalah sebagai berikut:
Trimizin Dosipet B. Vitamin Vitamin yang sering dipakai oleh peternak ayam arab adalah sebagai berikut: Vita Chicks Vita Stress
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Dimana ayan pejantan merupakan ayam afkir/ limbah sortilan dari hasil produksi jenis ayam petelur dari
sebelum tahun 1980 an.
DAFTAR PUSTAKA
Adjid, R.M.A. Damayanti, R. Hamid, H. Sjafriati, T. dan Darminto. 2002. Penyakit Marek Pada Ayam: I.
Etiologi, Patogenesis Dan Pengendalian Penyakit. WARTAZOA Vol. 12 No. 2. Balai Penelitian
Veteriner. Bogor.
Bambang. 1992. Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam. Yogyakarta : Kanisius.
Damayanti, R dan Hamid, H. 2002. Penyakit Marek pada Ayam: II. Aspek Klinis, Patologis dan Diagnosis.
WARTAZOA Vol. 12 No. 2. Balai Penelitian Veteriner. Bogor.
Ginting, Ng. dan B.P.A. Radjaguguk. 1980. Data tentang penyakit Marek di Indonesia. Bulletin LPPH
19:33- 41.
Huminto, H., B.P. Priosoeyanto, I.W.T. Wibawan, D.R. Agungpriyono, E. Harlina, dan S. Fatimah. 2000.
Kasus diagnostik penyakit marek pada ayam. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan
Veteriner. Pusat Penelitian Peternakan, Bogor. Hlm 543-546.
Payne, L.N. 1985. Marek’s Disease: Scientific Basis and Methods of Control. Martinus Nijhoff Pub.
Boston. Dordrecht. Lancaster.
Payne, L.N. dan K. Venugopal. 2000. Neoplastic diseases: Marek’s disease, avian leucosis and
reticuloendotheliosis. Rev. Sci. Tech.off Int. Epiz. 19(2):544-564.
Shane, M.S. 1998. Buku Pedoman Penyakit Unggas. American Soybean Association. pp.66-69.
Tabbu., C.R. 2000. Penyakit Ayam dan Penanggulangannya, Volume 1. Kanisius. Yogyakarta. Hal. 142 –
0 Response to "Laporan praktikum ayam pejantan"
Post a Comment